Puro Pakualaman dan Keistimewaan Jogja

Posted by Belibuku.web.id Jumat, 23 Desember 2011 0 komentar
[caption id="attachment_524" align="aligncenter" width="276" caption="Puro Pakualaman"]Puro Pakualaman[/caption]

Puro Pakualaman dan Keistimewaan Jogja - Puro Pakualaman merupakan sebuah Istana Kadipaten yang menjadi tempat tinggal semua generasi Paku Alam. Istana yang didirikan pada awal abad XIX ini terletak di Jalan Sultan Agung, sekitar 2 km timur Kraton Yogyakarta. Sesuai dengan fungsinya sebagai Istana Kadipaten, pada jaman kerajaan dulu Puro Pakualaman merupakan kediaman Adipati Keraton Yogyakarta yang bergelar Paku Alam. Adipati adalah pejabat kerajaan setingkat Perdana Menteri.

Ketika memasuki pagar istana, pengunjung akan melewati sebuah lapangan yang saat ini sudah dipadati oleh warung-warung makan dan lapak penjual gerabah. Tanda yang menunjukkan lapangan ini merupakan bagian istana adalah keberadaan sebuah pohon beringin tua di salah satu sisinya. Selanjutnya, pengunjung akan memasuki sebuah gerbang bernama Wiworo Kusumo.

Dari pintu masuk ini, sebuah Joglo terlihat. Bagian depan Joglo dinamakan Wiworo Kusumo Winayang Reko yang berarti keselamatan, keadilan, dan kebebasan, dan berfungsi untuk menerima tamu dalam suasana tidak resmi. Bagian berikutnya adalah Pendopo Bangsal Utomo Sewotomo. Ruangan tepat di tengah joglo ini memiliki 4 pilar kayu jati ukir.

Salah satu sudut depan pendopo dilengkapi seperangkat gamelan yang diberi Kyai Kebogiro. Gamelan ini biasa dimainkan setiap hari Minggu Pon, 1 kali dalam 35 hari. Di bagian lain Pendopo, terdapat sebuah ruangan bernama Ruang China, tempat menyimpan barang-barang antik dari Cina. Ruang terakhir di Pendopo adalah ruang Srikaya, yang merupakan ruang kerja sang Adipati.

Di belakang Pendopo berdiri bangunan Dalem Ageng Proboyekso. Penggunaan kata ‘Dalem’ menandakan fungsi bangunan sebagai ruangan utama istana. Bangunan ini terbagi atas beberapa ruang, yaitu Pasren, ruang pusaka, ruang pakaian di sayap kiri, kamar tidur di bagian kanan, Gandok Wetan, Gandok Kulon. Gandok Wetan dan Kulon adalah tempat tinggal keluarga raja.

Seworenggo adalah sebuah ruangan di belakang Dalem Ageng Proboyekso. Ruangan ini berfungsi sebagai ruang tunggu dan ruang pertemuan bagi adipati dan sanak keluarganya. Lebih ke belakang lagi, terdapat ruang rekreasi raja dan permaisuri yang terbuat dari kaca bernama ruang Maerakaca. Di kebun belakang istana, sebuah pohon Gandaria konon menjadi peneduh adipati saat bersemedi. Sebuah gedung prajurit didirikan untuk mekjaga pagar belakang istana yang memiliki 2 gerbang.

Puro Pakualaman juga masih menyediakan tempat-tempat menarik untuk dikunjungi. Di depan Dalem Ageng Prabayeksa terdapat sebuah museum yang memiliki 3 ruang pamer. Ruang pertama berisi penjelasan silsilah Paku Alam, foto-foto, beberapa dokumen perjanjian, simbol-simbol kebesaran, serta beberapa pusaka. Ruang kedua berisi berbagai jenis senjata kuno, sedangkan ruang terakhir berisi kereta kencana Kyai Manik Kumolo dan Kyai Roro Kumenyar.

Ada pula Masjid Pakualaman. Masjid yang menjadi bangunan cagar budaya Yogyakarta ini dibangun oleh Paku Alam II sekitar akhir abad XIX. Pengunjung juga bisa menambah pengetahuan dengan mengunjungi paviliun Purworetno yang berfungsi sebagai perpustakaan istana. Perpustakaan ini memiliki koleksi buku-buku Jawa klasik termasuk buku karangan Paku Alam III berjudul Serat Dharma Wirayat.

Kompleks Puro Pakualaman dibuka untuk pengunjung hanya tiap hari Minggu, Senin dan Kamis, antara pukul 09.30 hingga 13.00. Setelah puas menikmati keindahan kompleks istana ini, pengunjung juga bisa menyambangi beberapa objek wisata di sekitarnya. Museum Jendral Sudirman, Ndalem Banaran, Ndalem Notokusuman, dan perkampungan di bantaran Kali Code adalah beberapa tempat menarik di seputar Pakualaman.

Sejak beberapa tahun terakhir, halaman depan Puro Pakualaman menjadi sebuah tempat nongkrong dan ngobrol yang asik bagi muda-mudi yang tinggal di Yogyakarta. Kawasan ini terkenal dengan sajian teh poci gula batu yang pas untuk teman menghabiskan malam. Berbagai penganan tradisional juga tersedia, antara lain berbagai macam baceman, wedhang ronde, dan jadah bakar.

Puro Pakualaman dan Keistimewaan Jogja
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Puro Pakualaman dan Keistimewaan Jogja
Ditulis oleh Belibuku.web.id
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://bukutentang.blogspot.com/2011/12/puro-pakualaman-dan-keistimewaan-jogja_23.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

terima kasih kunjungannya, jika tak berkeberatan silahkan tinggalkan jejak anda dengan berkomentar di sini..

ricky pratama support eva's blog - Original design by Bamz | Copyright of Buku Tentang.